Akhirat 0094 : “Menjaga Diri dari Api Neraka”

Pengajian Di Mesjid di Daarul Tauhiid

Minggu Bada Subuh, 20 November 2016

Oleh  : Ustad Fuad 

Insya Alloh kalau kita berkumpul di mesjid dan kajian maka Alloh akan berikan ketenangan. 

Banyak yang diberikan amanah. Termasuk organ tubuh. Kita akan ditanya nanti di akhirat. Tidak ada pernah satu kedipan mata tapi pasti diminta pertanggung jawabannya. 

Ini adalah amanah terdekat. 


Keluarga juga adalah amanah. Suami akan ditanya amanah mengenai keluarga. Massing-masihg dari kita adalah pemimpin. Para suami akan diminta pertanggung jawaban di mata Alloh. 

Alloh berfirman At Tahrim 6 :”Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluarga I dari api neraka”.

Api neraka ini mengerikan. Dalam hadits yang diriwatkan At Tirmidzi, Alloh memanaskan api neraka selama 3000 tahun akhirat. Artinya Alloh akan memanaskan dan kalau sesuai dengan waktu dunia maka akan lama sekali itu artinya. 

Makanya temperatur api neraka 70 kali lebih panas dari apapun dari api dunia. Andai mikropon ini jadi lilin maka pasti itu panas banget. Melepuh, panas dan sakit.

Akhirat jauh lebih panas. Makanya Alloh sayang banget kita dan minta kita jaga diri dan keluarga dari api neraka. Makanya ada syair dari Abu Nuwas (atau Abu Nawas) 

Wahai Tuhanku, 

Tidak lah aku layak jadi ahli surga. 

Tidak lah aku sanggup jadi ahli neraka. 

Makanya ketika ahli neraka menginjak. Otak mendidih. Padahal itulah salah satu azab teringan dari api neraka. 

Bagaimana caranya caranya agar kita terhindar dari api neraka?

Ibnu Qoyim Al Jauzi berkata bahwa kita harus menjaga diri dari perbuatan dosa. 

Jaga diri dari perbuatan dosa yang kita lakukan. Alloh mengingatkan :”Barang siapa yang melakukan perbuatan dosa dan tidak bertobat maka ia melakukannya untuk dia sendiri.”. An Nisa 111.

Bagaimana cara men jaga diri dari perbuatan dosa? 

Ibnu Qoyim : Hadirkan Alloh dalam hati kita perasaan akan Alloh. 

Ada 6 Keyakinan yang harus dihadirkan dalam diri :  
1. Yakinkan bahwa dimanapun maka Alloh selalu menyertai kita. 

“Dan Dia Alloh akan senantiasa bersamamu…”. Di pasar di manapun Alloh menyertai kita. Tidak hanya saja namun semua makhluk menyertai. Tidak perlu ditanya gimana caranya. ALloh mengingatkan :”Kami lebih dekat pada kalian lebih dekat dari urat leher Kamu sendiri. “. 

2. Yakinkan bahwa Alloh melihat dan menyaksikan yang kita lakukan. 

Banyak ayat yang menyebutkan hal demikian. Kita berbuat dosa karena orang lain tidak melihat. Apakah Alloh tidak melihat ? Alloh menyaksikan.

3. Yakinkan bahwa ALloh me dengar apa yang kita ucapkan.

Tiada yang terlepas pasti Alloh mendengar. QS Al Isra 1 :”… Sesungguhnya Dia Alloh Zat yang senantiasa mendengar dan senantiasa melihat…” Bertiga bergosip, Alloh mendengar dan menyaksikan. Al Mujadillah 7 :” …Tiadalah yang berbisik-bisik dan berkumpul kecuali Alloh itu hadir … “. Silahkan ditanya…. , “Alloh di mana…?”

4. Yakinkan bahwa semua dicatat oleh Alloh. 

Tiada yang terlepas dari catatan Alloh. QS “… Ada dua malaikat mencatat apa yang selama ini kamu ucapkan …”. 

5. Yakinkan bahwa semua akan dihisab oleh Alloh. 

6. Semua akan ada balasannya 

Sebesar atom pun ada balasannya.

| Leave a comment

Akhirat 0093 – “Mereka Mengajak ke Neraka, sedang Allah Mengajak ke Surga” 

“Mereka Mengajak ke Neraka, sedang Allah Mengajak ke Surga” 

Pengajian Bada Subuh Mesjid Jabal Nur Sentul City Kecamatan Babakan Madang. 

1 November 2016, 1 Shafar 1438 H

Al Baqarah :221

“221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun di menarik hatimu. 

Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. 

Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Pembahasan kali ini adalah melanjutkan yang sebelumnya mengenai lapangan menikahi orang-orang kafir.

Kali ini dilanjutkan mengenai hal tersebut.

Mereka, kaum kafir cuma mengajak ke neraka. Alloh bilang kalau orang kafir  hanya itu yang mereka lakukan. Mereka cuma ngajak untuk melakukan amalan yang mengajak ke neraka. 

Lihat lah para pemimpin kafir yang menginginkan prostitusi mau dihalalkan. Minuman keras juga mau dihalalkan asalkan tidak mabok sedang kan ukuran mabok atau nggak itu tidak jelas. Kalau ada suami istri yang beda agama, maka nggak mungkin suami yang  kafir mengajak sholat. 

Alloh mengajak untuk melakukan amalan-amalan yang ke surga. Memang kita sering lihat di Al Qur’an bagaimana Alloh sering menyebutkan perkataan surga.

Kalau kita ke Mekkah, hawa senangnya sudah ada ketika mau sampai. Hakim memutuskan. Hawa susahnya sudah terasa bagi si narapidana sebelum di penjara. 

Orang yang masuk neraka sudah terasa di dunia. Orang Ahli surga ketika di dunia lihat mukanya saja sudah adem. 

Orang di surga itu yang pengen apa-apa itu diurus sama Alloh. Kadang-kadang hati sumpek padahal nggak ada apa-apa. Alloh sudah buat sumpek. Orang yang ingat Alloh hatinya tentrem. Semua hukum Alloh dibuat supaya senang dunia dan akhirat. 

Mungkin kelihatan nya susah. Nabi Ibrahim ketika di lempar ke api pasti kelihatan nya susah. 

Tapi ketika ditanyakan kapan hidup paling enak. Nabi Ibrahim bilang ya pas di api itu. 

Makanan  tumbuh, dan dibuat adem sama Alloh di sana. Mungkin ada yang kelihatan nya nggak enak dan susah tapi hatinya siapa tahu. 

Sholat Subuh ketinggalan nggak enak. Tapi ketika sudah melakukannya terasa enak. Ketika memberikan sedekah juga merasa enak. Jadi Alloh sebenarnya sudah memberikan kebahagian ketika kita mengamalkan amalan-amalan yang diperintahkan-Nya.

Makanya ketika hidup di dunia, kita sudah bisa merasakan susah dan senang.  

| Leave a comment

Akhirat 0092 –  “Dan Sempurnakanlah Ibadah Haji dan Umrah karena Alloh…”

Pengajian Bada Subuh Mesjid Jabal Nur, Sentul City, Bogor

28 September 2016, Rabu 26 Zulhijjah 1437, 

Tafsir Al Baqarah 2:196

2:196. “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah…”

Ini adalah perintah  melakukan karena Alloh. Orang itu kalau sudah mampu fisik dan uang maka dia akan mati dalam keadaan Nasrani atau Yahudi, kalau tidak melakukannya.

Orang bilang bentar…bentar… Padahal duit udah ada. Bisa beli mobil dan macam-macam.

Kalau mau semua bisa maka bisa termasuk dosa besar kalau sudah mampu dan mau namun tidak menjalankan nya.. Yang seperti itu… mati khusnul khotimah. 

Sholat di Mesjid nggak mampu kenapa? Karena cenderung orang ada nafsu nya. Sama juga kalau orang di kampung kalau sudah mau haji itu kelihatan wah. Ada syukuran dan segala macamnya. 

Kalau dipanggil haji itu adalah kehormatan,  maka yang harusnya yang paling dihormati adalah sahabat nabi dan nabi. Nabi tidak pernah dipanggil haji. 

“Saudara sekalian… Maka kita sampaikan Salam kepada Haji Muhammad…. ”

Orang jangan marah kalau nggak dipanggil haji. Makanya di tekankan di ayat ini karena Alloh. 

Ada yang  sudah syukuran dan selamatan. Ternyata nggak berangkat. Ngumpet di rumah saudara nya sampai 40 hari. Sampai ada yang seperti itu. Takut  malu.

Makanya ditekankan karena Alloh. Kalau dipuji atau dihina sudah goyang. Kalau diuji senang dan dicela sudah tersinggung. Maka ini tanda kalau ini tidak karena Alloh. Ini berlaku untuk semua amalan. 

| Leave a comment

Akhirat 0091 – “Perangilah di Jalan Alloh orang-orang yang Memerangi Kamu…”

“Perangilah di Jalan Alloh orang-orang yang Memerangi Kamu…”

Pengajian Bada Subuh Mesjid Jabal Nur, Sentul City, Bogor

23 September 2016, Jum’at 21 Zulhijjah 1437, 

Tafsir Al Baqarah 2:190

2:190. “Dan perangilah di jalan Alloh orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

Awal ayat ini adalah perintah  untuk memerangi  orang yg memerangi kita. 

Ada 2 golongan kafir… 

Yang pertama adalah Kafir Dzimmi adalah orang yang tidak mau memerangi Islam dan tinggal di Islam. Membayar jizyah. Orang ini dilindungi. 

Beda pajak sama zakat. Zakat hanya untuk orang-orang kaya. Kalau miskin malah dikasih sedekah. Jadi beda jauh.

Yang dimaksud dalam ayat ini adalah golongan yang kedua.  Yang kedua adalah kafir Harbi yaitu kafir yang memerangi orang Islam.

Awalnya yang kafir  jangan diperangi sebelum mereka menyerang. Awalnya Nabi pasif. Awal-awal begitu tapi setelah itu harus  diperangi dan tidak menunggu pasif untuk diserang. 

Sekarang ini orang Islam lemah karena nggak mau memerangi. Alasannya  banyak dari mulai nggak ada senjata, dan lainnya. 

Pokoknya  sekarang ini lawan saja. Moro, Burma, Poso dan lain-lain karena kalau nggak dilawan jadi malah terus ditekan. 

Dulu kita bisa menang justru karena bukan karena senjata tapi karena kemauan untuk bangkit dan menyerang. 

Mending ikut perang dan mati syahid daripada diserang diam saja. Salah satu dosa besar adalah meninggalkan perang. Artinya ada hikmah Alloh terhadap perintah untuk tidak meninggalkan perang.

 Pokoknya apapun yang terjadi jangan mundur. Apapun yang kita punya, gunakan!.

Dia pakai taktik kita juga pakai taktik. Jangan pernah mundur dalam perang. 

| Leave a comment

Akhirat 0090 – “…Kebajikan itu Ialah Kebajikan Orang yang Bertakwa…”

“…Kebajikan itu Ialah Kebajikan Orang yang Bertakwa…”

Pengajian Bada Subuh Mesjid Agung Jabal Nur 22 September 2016, 20 Zulhijjah 1437

Tafsir Al Baqarah 189

2:189. “… Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung…..”

Dulu orang Mekkah buat pintu dari belakang, masuk dan keluar dari pintu itu. Itu dianggap  sebuah kebaikan. 

Acuan kebaikan itu bukan norma tapi apa yang  Alloh perintah kan. Di masyarakat suka terjadi itu.

Kalau di Jawa orang yang menikah harus injak telor. Apa nggak mubazir itu telor?. Coba yang diinjak satu kilo. 

Ada yg buat sesajen  sampai tinggi di pantai Selatan. Kenapa nggak dimakan saja. 

Orang nikah sekarang harus pakai musik dan malah dangdutan sehari semalam. Sesuatu yang nggak ada acuan dan malah dianggap kebaikan.

Yang lebih mengkhawatirkan juga menikah di gedung Mesjid. Sudah pakai dan musik nya juga yang nggak benar. 

Kalau ada perintah, nggak ada perintah nya tidak perlu di perjuangkan habis-habisan. Yakin saja atas Alloh. 

Ada lagi… Dukun  minta bapak nya didandani perempuan untuk mengubur ari-ari anaknya. 

| Leave a comment

Akhirat 0089 – “…Mereka adalah Pakaian Bagimu, dan Kamupun adalah Pakaian bagi Mereka…”

“…Mereka adalah Pakaian Bagimu, dan Kamupun adalah Pakaian bagi Mereka…”

Pengajian Bada Subuh Mesjid Agung Jabal Nur 19 September 2016, 17 Zulhijjah 1437

Tafsir Al Baqarah 187

“187. …mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. ….”

Kamu adalah pakaian… Ini bahasa kiasan bahwa manusia adalah pakaian untuk menutupi aurat, atau melindungi dari kesulitan. 

Suami istri saling membutuhkan walaupun  secara derajat laki-laki lebih tinggi..  tapi ada kelebihan wanita juga. 

Kalau ada wanita solehah  kekuatan doanya lebih makbul dari 70 wali. Karena wanita cenderung gampang menangis. Tangisan ini dapat membuat makbul  doa ke Alloh. 
Tanda-tanda doa makbul adalah doa yang diiringi tangisan pada Alloh. 

Dalam kondisi tertentu saling membutuhkan. Laki-laki jangan sombong. Mentang-mentang yang kasih nafkah. Sebenarnya kalau didiamkan seminggu atau lebih saja maka suami kelabakan namun sebenarnya wanita juga demikian. 

Nafsu atau Syahwat wanita diciptakan 9 kali lebih besar banding 1 dibandingkan anaknya namun wanita mampu menutupi. Laki -laki memang memberikan nafkah tapi yang membuat makanan siapa. Apalagi kalau yang punya anak kecil. 

Ketika nabi ditanyakan “Siapa yang paling aku harus Hormati…?…. ” Nabi menjawab”Ibu… Ibu… Ibu… Baru kemudian ayahmu ”

Yang mengurus anak-anak ibunya, ketika lapar adalah ibunya. Laki-laki nggak usah sombong. Istri juga tidak boleh sombong karena laki-laki dan wanita saling membutuhkan. 
—-

Demikian  disampaikan dan mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur dan membuat penulisan.

| Leave a comment

Akhirat 0088 – “Orang yang Mendapat Ujian adalah Orang yang  Mendapatkan Hidayah” 

“Orang yang Mendapat Ujian adalah Orang yang Mendapatkan Hidayah” 

Kajian Subuh Mesjid Jabar Nur Sentul City,Kamis 4 Agustus 2016, 1 Zulqoidah 1437 H. Ustadz Arif.

Tafsir Al Baqarah 2 :157

157. “Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Ini merupakan lanjutan dari pembahasan ayat sebelumnya membicarakan mengenai kepastian adanya ujian bagi setiap orang. Ini ditutup satu penjelasan bahwa orang yang dapat hidayah adalah orang yang mendapat ujian. 

Dalam solat kita ucapkan dan memohon petunjuk atas jalan yang lurus.

 Ternyata orang yang mendapat petunjuk adalah orang yang mengucapkan Innalillahiwainnaillahirojiun dan bersabar setelah mendapat ujian dari Alloh.

Jadi jelaslah bahwa tidak ada pilihan lain kecuali meyakini akan adanya ujian dan hakikatnya tersebut.

 Ujian-ujian seperti sakit, kehilangan harta atau kekhawatiran itu adalah ujian kesulitan yang di mana kita harus sabar terhadapnya. 

Sebenarnya yang enak juga adalah ujian & kita harus bersyukur dengan kondisi tersebut. Juga harus mengucapkan Alhamdulillah.

Jadi kalo nggak enak, kita harus sabar. Dan kalau enak kita harus bersyukur.

Nabi Sulaiman juga adalah seorang yang mendapat begitu besar kekayaan dan kerajaan dari Alloh . Namun nabi Sulaiman menganggap semua ini adalah ujian yang ditimpakan kepada beliau. 

Jarang orang yang merasakan bahwa nikmat hidup juga adalah sebuah ujian. Kita cenderung lupa akan hal tersebut.

Dapat duit, lulus ujian, atau naik jabatan juga adalah ujian dari Alloh.

Makanya sungguh luar biasa kehidupan seorang muslim. Ini sesuai dengan Hadis nabi :”Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.”

 Hidup ini cuma dua kondisi, bisa sakit bisa sehat, bisa senang bisa susah, bisa menyenangkan bisa menyedihkan. Namun demikian seperti diungkapkan bahwa hidup seorang mukmin adalah hidup yang menakjubkan.

Bahkan kalau kita menderita meriang semalam maka di pagi bangun hari makan di pagi hari akan mendapatkan dirinya terbebas dari dosa-dosa yang telah dilakukan.

Jadi dapat dibayangkan kalau kita menderita penyakit diabetes, atau stroke yang penyakit selama bertahun tahun. 

Oleh karena itu tidak khawatir karena penyakit dapat menjadi pelebur bagi segala dosa-dosa kita dan terbebas dari siksa nanti.

http://www.hatibersih.com | Sebarkan Kebaikan untuk Kebaikan 

| Leave a comment