Akhirat 0088 – “Orang yang Mendapat Ujian adalah Orang yang  Mendapatkan Hidayah” 

“Orang yang Mendapat Ujian adalah Orang yang Mendapatkan Hidayah” 

Kajian Subuh Mesjid Jabar Nur Sentul City,Kamis 4 Agustus 2016, 1 Zulqoidah 1437 H. Ustadz Arif.

Tafsir Al Baqarah 2 :157

157. “Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Ini merupakan lanjutan dari pembahasan ayat sebelumnya membicarakan mengenai kepastian adanya ujian bagi setiap orang. Ini ditutup satu penjelasan bahwa orang yang dapat hidayah adalah orang yang mendapat ujian. 

Dalam solat kita ucapkan dan memohon petunjuk atas jalan yang lurus.

 Ternyata orang yang mendapat petunjuk adalah orang yang mengucapkan Innalillahiwainnaillahirojiun dan bersabar setelah mendapat ujian dari Alloh.

Jadi jelaslah bahwa tidak ada pilihan lain kecuali meyakini akan adanya ujian dan hakikatnya tersebut.

 Ujian-ujian seperti sakit, kehilangan harta atau kekhawatiran itu adalah ujian kesulitan yang di mana kita harus sabar terhadapnya. 

Sebenarnya yang enak juga adalah ujian & kita harus bersyukur dengan kondisi tersebut. Juga harus mengucapkan Alhamdulillah.

Jadi kalo nggak enak, kita harus sabar. Dan kalau enak kita harus bersyukur.

Nabi Sulaiman juga adalah seorang yang mendapat begitu besar kekayaan dan kerajaan dari Alloh . Namun nabi Sulaiman menganggap semua ini adalah ujian yang ditimpakan kepada beliau. 

Jarang orang yang merasakan bahwa nikmat hidup juga adalah sebuah ujian. Kita cenderung lupa akan hal tersebut.

Dapat duit, lulus ujian, atau naik jabatan juga adalah ujian dari Alloh.

Makanya sungguh luar biasa kehidupan seorang muslim. Ini sesuai dengan Hadis nabi :”Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.”

 Hidup ini cuma dua kondisi, bisa sakit bisa sehat, bisa senang bisa susah, bisa menyenangkan bisa menyedihkan. Namun demikian seperti diungkapkan bahwa hidup seorang mukmin adalah hidup yang menakjubkan.

Bahkan kalau kita menderita meriang semalam maka di pagi bangun hari makan di pagi hari akan mendapatkan dirinya terbebas dari dosa-dosa yang telah dilakukan.

Jadi dapat dibayangkan kalau kita menderita penyakit diabetes, atau stroke yang penyakit selama bertahun tahun. 

Oleh karena itu tidak khawatir karena penyakit dapat menjadi pelebur bagi segala dosa-dosa kita dan terbebas dari siksa nanti.

http://www.hatibersih.com | Sebarkan Kebaikan untuk Kebaikan 

Advertisements

About dupi

I work as a Professional Sharia banking get industri, focusing on Project Management related
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s