Akhirat 0093 – “Mereka Mengajak ke Neraka, sedang Allah Mengajak ke Surga” 

“Mereka Mengajak ke Neraka, sedang Allah Mengajak ke Surga” 

Pengajian Bada Subuh Mesjid Jabal Nur Sentul City Kecamatan Babakan Madang. 

1 November 2016, 1 Shafar 1438 H

Al Baqarah :221

“221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun di menarik hatimu. 

Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. 

Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Pembahasan kali ini adalah melanjutkan yang sebelumnya mengenai lapangan menikahi orang-orang kafir.

Kali ini dilanjutkan mengenai hal tersebut.

Mereka, kaum kafir cuma mengajak ke neraka. Alloh bilang kalau orang kafir  hanya itu yang mereka lakukan. Mereka cuma ngajak untuk melakukan amalan yang mengajak ke neraka. 

Lihat lah para pemimpin kafir yang menginginkan prostitusi mau dihalalkan. Minuman keras juga mau dihalalkan asalkan tidak mabok sedang kan ukuran mabok atau nggak itu tidak jelas. Kalau ada suami istri yang beda agama, maka nggak mungkin suami yang  kafir mengajak sholat. 

Alloh mengajak untuk melakukan amalan-amalan yang ke surga. Memang kita sering lihat di Al Qur’an bagaimana Alloh sering menyebutkan perkataan surga.

Kalau kita ke Mekkah, hawa senangnya sudah ada ketika mau sampai. Hakim memutuskan. Hawa susahnya sudah terasa bagi si narapidana sebelum di penjara. 

Orang yang masuk neraka sudah terasa di dunia. Orang Ahli surga ketika di dunia lihat mukanya saja sudah adem. 

Orang di surga itu yang pengen apa-apa itu diurus sama Alloh. Kadang-kadang hati sumpek padahal nggak ada apa-apa. Alloh sudah buat sumpek. Orang yang ingat Alloh hatinya tentrem. Semua hukum Alloh dibuat supaya senang dunia dan akhirat. 

Mungkin kelihatan nya susah. Nabi Ibrahim ketika di lempar ke api pasti kelihatan nya susah. 

Tapi ketika ditanyakan kapan hidup paling enak. Nabi Ibrahim bilang ya pas di api itu. 

Makanan  tumbuh, dan dibuat adem sama Alloh di sana. Mungkin ada yang kelihatan nya nggak enak dan susah tapi hatinya siapa tahu. 

Sholat Subuh ketinggalan nggak enak. Tapi ketika sudah melakukannya terasa enak. Ketika memberikan sedekah juga merasa enak. Jadi Alloh sebenarnya sudah memberikan kebahagian ketika kita mengamalkan amalan-amalan yang diperintahkan-Nya.

Makanya ketika hidup di dunia, kita sudah bisa merasakan susah dan senang.  

Advertisements

About dupi

I work as a Professional Sharia banking get industri, focusing on Project Management related
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s