Akhirat 0087 -Berucap Innalilallhi… ketika Masalah Datang

“Berucap Innalilallhi…  Ketika Masalah Datang”

Kajian Subuh Mesjid Jabar Nur Sentul City, Rabu, 3 Agustus 2016, 29 Syawal 1437 H. Ustadz Arif.

Tafsir Al Baqarah 2 :156. 

156. “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Pada ayat sebelumnya disebutkan bahwa kita semua akan mengalami ujian. Mau nggak mau, suka nggak suka, rela nggak rela kita akan mendapatkan ujian.

 Seperti layaknya kita sekolah dari mulai SD sampai dengan SMP. Kemudian dari SMP sampai dengan SMA. Kemudian dari SMA sampai dengan ke universitas. Bahkan kerjapun sebelum masuk kita sudah mendapatkan ujian.

Oleh karena itu inilah yang membuat kita harusnya bahagia, bahwa pada saat kita akan mendapatkan ujian atau sudah mendapatkan ujian berarti kita akan mengalami kenaikan Dari posisi sebelumnya menjadi posisi yang lebih baik.

Hakikat dari segala sesuatu kepunyaan Allah adalah bahwa secara batin secara lahir kita memang terlihat memiliki sesuatu namun sebenarnya secara hakikat semua yang ada adalah milik Allah. Hal ini juga termasuk dengan hal hal yang terjadi pada diri kita.

 Bisa jadi kita ingin seluruh yang terjadi adalah   sesuai dengan keinginan kita banyak itu. Namun yang terjadi adalah semua karena keinginan Allah saja. 

Oleh karena itu kita harus rela dengan hal itu karena hakikatnya yang memiliki semua hal adalah BUKAN  kita namun  yang memiliki adalah Allah. 

Kehilangan harta, kehilangan anak atau kehilangan yang lain adalah sebagai salah satu contoh mengenai hal ini. 

Nabi Ayyub adalah seorang nabi yang Yang bergerak dari posisi konglomerat nomor satu menjadi orang miskin nomor satu. Pada saat hartanya diambil, nabi Ayyub dibisikan oleh syetan dan syetan berkata bahwa hartanya telah diambil oleh Allah.

 Namun lebih menjawab bahwa dia bersyukur akan hal tersebut karena pada hakekatnya hartanya adalah milik Allah. Demikian juga ketika anaknya semua meninggal pada saat yang bersamaan ia pun berkata hal yang sama.

 Mengucapkan innalillahi seharusnya tidak hanya diucapkan pada saat kita mendengar atau mengalami musibah besar saja atau meninggalnya seseorang. Mengucapkannya harusnya juga pada hal hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, dalam hal hal sekecil sekalipun. 

Kehilangan sandal, kehilangan dompet adalah contoh bahwa kita harus mengucapkan innalillahi wa innalillahi rojiun. 

Hal ini pun terjadi pada saat Nabi Muhammad mengalami kejadian di mana tiba tiba lampunya mati dan diapun berkata innalillahiwainnailaihirojiun. Aisyah berkata dan bertanya mengapa ia mengucapkan hal tersebut.

http://www.hatibersih.com | Sebarkan Kebaikan untuk Kebaikan 

| Leave a comment

Akhirat 0086 – Kepastian akan Ujian dan Kesulitan Hidup 

“Kepastian akan Ujian dan Kesulitan Hidup”

Kajian Subuh Mesjid Jabar Nur Sentul City, Selasa, 2 Agustus 2016, 28 Syawal 1437 H

Tafsir Al Baqarah 2 :155. 

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Kalau di kaji pakai bahasa Arab kata “Sungguh” artinya sekali bersumpah. Pasti, pasti dan pasti. Jadi pasti ada ujian. Pengen nggak ada masalah, semua lancar itu nggak mungkin.

Justru amalan makin baik maka ujian akan semakin berat. Justru orang seperti itu yang paling dekat dengan Alloh.  Rasulullah adalah yang paling berat ujiannya. Bapak yang meninggal sebelum lahir, Ibu meninggal waktu bayi, dan diasuh sama pamannya yang kemudian juga meninggal. 

Kalau gitu nggak usah dekat saja. Kalau gitu siap aja dengan akibat nya kalau kita tidak dekat dengan Alloh.  

Memang demikian lah orang yang semakin dekat, semakin banyak ujiannya. Yang berakhirnya  nanti di kematiannya. Jangan harap kalau nggak ada ujian ya. 

Mau hidup di Sentul, mau hidup di Puncak. Semua ada ujiannya.

Al Baqarah 2 -214.”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Lihat umat jaman dahulu. Diusir, pindah rumah, dari orang kaya ada yg jadi melarat.

Kalau pengen surga, ya  begitu lah.Yang penting kalau ada masalah dan ujian minta tolong sama Alloh.

Al Baqarah 2 -45.” Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,”

Cari pertolongan dengan sabar dan sholat. Dengan sholat kita sadar bahwa kita nggak punya apa-apa . 

Macam-macam  ujian :

  1. Rasa takut. Seperti di Gaza dan Syria.
  2. Paceklik. Ujian bagi petani. Model Gunung  Kidul. Walau pakai sumur bor, tetap aja nggak keluar air.
  3. Kekurangan uang. Dengan  kebakaran, dan dengan bangkrut. Susab cari kerja ke sana kemari. Semua bakal kena. 
  4. Ujian  diri. Anaknya  di butuh, meninggal dunia atau meninggal orang-orang yang dicintai.
  5. Sakit. Darah tinggi, stroke. 

Kita mungkin mengalami kombinasi dari keadaan dan ujian. Ada sehat nggak punya duit. Ada yg punya duit tapi stroke. 

Yang penting kalau ada ujian minta tolong sama Alloh. 

http://www.hatibersih.com | *sebarkan kebaikan untuk kebaikan *

| Leave a comment

Akhirat 0085 – Perjuangan Untuk Agama Sebagai Niat Hidup

“Perjuangan Untuk Agama Sebagai Niat Hidup”

Kajian Subuh Mesjid Jabar Nur Sentul City, Senin, 1 Agustus  2016 

Tafsir Surat Al Baqarah (2) – 154. “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”

Ayat di atas menggambarkan bahwa salah satu niat dari hidupku adalah berjuang untuk agama, berjuang di jalan Alloh. Yang patut menjadi perhatian adalah bahwa perjuangan untuk agama tidak harus dilakukan melalui jalan mengangkat senjata namun sesuai dengan kemampuan masing masing.

Apa gunanya kita mencari harta, mempunyai banyak rumah dan mengumpulkan semuanya kalau tidak ada niat yang jelas untuk melakukan hal tersebut. Hal ini karena salah satu niat hidup adalah berjuang untuk agama Allah.

 Apa yang ingin dilakukan dengan harta yang dikumpulkan namun ia tidak melakukan sholat ataupun amal kebaikan. Apa yang sebenarnya ingin dicari dengan hal itu jika tidak ada niatan yang kuat, untuk yang mana salah satunya adalah perjuangan untuk agama. 

Berjuang lah untuk agama Allah melalui bidang yang kita tekuni setiap hari. 

 

http://www.hatibersih.com  | bit.ly/hatibersih

*Sebarkan Kebaikan  untuk Kebaikan*

| Leave a comment

Akhirat 0084 – Bersama dengan Yang Dicinta

“Bersama dengan Yang Dicinta”

Kajian Subuh Mesjid Al-Munawaroh Sentul City, Minggu, 31 July 2016 | http://www.hatibersih.com

Ada hadist yang memberikan harapan kepada sahabat bahwa “Seseorang akan bersama dengan yang dia cintai”. 

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita: “Pernah seorang lelaki datang menenmui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu dia bertanya: “Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?”, beliau bersabda: “Apa yang kamu telah siapkan untuk hari kiamat”, orang tersebut menjawab: “Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya”, beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai”, Anas berkata: “Kami tidak pernah gembira setelah masuk Islam lebih gembira disebabkan sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai, maka aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar, dan berharap aku bersama mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka.” HR. Muslim.

Mengapa? Karena sahabat-sahabat sangat mencintai Alloh dan Rasul-Nya. Diatas segalanya. 

Sudah merupakan syarat keimanan bahwa seorang harus mencintai Alloh dan Rasul-Nya diatas segalanya. “Tidak beriman sampai mencintai Alloh dan nabi diatas segalanya, daripada siapapun di dunia.”

Fitrah orang untuk mencintai orang lain. 100 bagian Rahmat Alloh di muka  bumi. Hanya 1 yang diberikan di dunia.  Seorang Ibu mencintai anaknya. Kuda yang tidak akan menginjak anaknya. 

Bagaimana bayangkan dengan 99 Rahmat Alloh yang disediakan untuk orang-orang beriman nantinya. “Aku siapkan bagi hamba-hambaku  sesuatu yang belum pernah dilihat mata dan tidak pernah di dengar telinga…”

Boleh mencintai orangtuanya, Boleh mencintai istrinya, Boleh mencintai anaknya. Tapi tidak boleh melebihi cinta  kita pada Alloh dan Rasul-Nya. 

Islam mengajarkan keimanan dan juga mengajarkan  muamalah. 

Pembeli yang mengembalikan dagangan karena satu hal dan Penjual ridho akan hal ini maka barokah bagi dirinya . Bayangkan kita selama ini sering mendengar bahwa penjual tidak bertanggung jawab terhadap barang yang sudah dijual. “Siapapun yang meringankan beban  saudaranya di dunia maka Alloh akan meringankan bebannya nanti di akhirat  kelak.”

Islam juga mengajarkan Muasyarah. Gaya hidup.”Yang paling adalah yang paling baik diantara kamu adalah yang paling baik dengan istrinya.”

Nabi sangat romantis dengan istrinya. Bertanya pada istrinya, Aisyah,”Kamu minum bagian mana dari gelas ini?”. Maka nabipun meminum dari bagian itu. 

Nabi punya kekuatan fisik diatas manusia biasa. Satu ketika, dalam rangka bermain, maka nabi mengajak Aisyah lomba lari. Nabi pun mengalah dan membiarkan  istrinya menang. Satu ketika, gantian, maka sambil bercanda, nabi pun berkata,”Ini untuk yang kau kalahkan aku dahulu.”

Suami yang baik juga suka berhias untuk istrinya seperti istri yang suka berhias untuk suaminya. 

Suami yang baik akan berkata istrinya , “Kalau surga itu Bunga, maka akan ku ambilkan ia  untukmu. Jika surga itu seekor kuda, maka akan   ku tangkapkan ia  untukmu.  Jikalau surga itu adalah sebuah bangunan maka akan  ku buatkan ia untukmu. ”

Seorang wanita sholehah adalah yang menyenangkan suaminya jika dipandang. “Seorang wanita apabila sholat 5 waktu, menutup aurat, berpuasa di bulan dRamadan an taat pada suaminya.  Maka masuk lah ia ke surga dari pintu yang disukainya. ”

Islam mengajarkan akhlaqiah. Silaturahim lebih terutama dengan yang sudah memutuskan atau terputuskan. Termasuk juga yang belum dikenal. 

Islam mengajarkan itu semuanya. Tapi Islam melarang jika itu melebihi dari mencintai Alloh Rasul-Nya. 

 Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. 

At-Taubah : 24

Kata-kata “lebih kamu cintai” itu lah yang paling penting. Islam tidak mengajarkan untuk tidak bersentuhan dengan sekitar.

Ada 3 perilaku dalam muamalah  atau hidup :

1. Paham Rohbaniah. Tidak bersentuhan  dengan dunia. Islam mengajarkan nikah. 

 2. Paham Annaniah. Keakuan. Dulu waktu belajar di Africa, beliau punya guru dari kawasan dengan bahasa Urdu. Dalam budaya Urdu, jika kambing sudah bersuara,”Mee…mee…mee…” Maka ini adalah waktunya si pemilik menyembelih kambing  tersebut.

3. Paham Robbaniah. Hidupnya sesuai dengan kehendak Robb. 

Bagaimana menyikapinya?. Sahabat-sahabat bertani  dan sudah panen. Tapi ada panggilan perang Tabuk. Mereka paham bahwa mereka  harus makan, punya istri,  punya keluarga, makanya mereka bertani, & berdagang. Disaaat panen dan diajak ke medan perang seperti itu mereka diuji untuk meninggalkan itu semua.

Maka ketika disuruh perang Tabuk. “Jagalah perintah Alloh maka Alloh Jaga…” Bahkan ketika kembali, jadi paling ranum. Sampai sekarang kurma Medinah adalah kurma paling baik kualitas nya . 

Keimanan  akan diuji. Nabi Ibrahim punya anak yang tumbuh dan ganteng. Cinta lumrah. Mimpi dia. Mimpi nabi adalah hidayah dari Alloh “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu.” As Shoffat  : 102.

Nabi tidak pernah menolak dan menanyakan  balik kepada Alloh harus begini dan begitu. Langsung mereka taat. Langsung ia katakan “Wahai ayahku, lakukan apa yang diperintahkan kepadamu, Insya’allah engkau akan menemuiku termasuk orang-orang yang sabar”

Ada seorang sahabat wanita. Sekembali  dari perang Uhud dikatakan padanya  “Sesungguhnya ayahmu telah syahid.” Dijawabnya.”Innalillahi…Aku mau ingin bertemu dengan nabi” Juga saudara mu. Dijawabnya lagi. “Innalillahi…Aku mau ingin bertemu dengan nabi”. “Juga suaminya syahid.”

Sebenarnya diperkenankan  4 bulan berkabung. Namun dijawabnya “Aku mau ingin bertemu  dengan nabi.. Bertemu lah ia dengan nabi dan berkata . “Tiada yang sebanding dengan pertemuan aku dengan mu”. 

Ada sahabat yang sedih kalau nggak ketemuan dengan nabi. Suatu ketika ditanyakan oleh nabi,”Kenapa kamu hari ini?..”. “Aku me mikirkan sesuatu. Engkau adalah para nabi. Aku orang biasa. Nanti aku nggak mungkin ketemuan dengan mu. Engkau di atas, Aku jauh di bawah.” Nabi terdiam. Maka turunkan ayat. “Siapapun yang taat maka Alloh akan kumpulkan  dengan para nabi,….”

Ada sahabat yang mendengar nabi  meninggal dan segera bertakziah. Pada saat itu ia berkata,”Cabut lah pengelihatan ku sehingga yang kulihat terakhir adalah nabi Muhammad.” Maka dicabutlah pengelihatannya. 

Tidak penting bagaimana kalian mengatakan cinta. Tapi yang penting bagaimana agar  dicintai.  Bagaimanakah orang yang bilang kepada kekasihnya bahwa ia mencintai namun ternyata ia tidak dicintai. Ini seperti cinta bertepuk sebelah tangan.

Oleh karena itu kita harus tahu tanda-tanda nya. Bagaimana jika kita mencintai Alloh dan Alloh mencintai.

Ada seorang raja. Dicintai rakyatnya, menjadikan seorang pemuda  kampung menjadi  pelayannya. Ia bernama Ayas. Ia masih baru namun sudah membuat iri pelayan yang lain. Raja mengumpulkan semua pelayan nya. Raja menyediakan buah bagi mereka. Rasanya asam. Semua memuntahkan kecuali Ayas yang memakannya seolah buah itu tidak asam. 

Pada giliran Ayas ditanyakan padanya, “Gimana rasanya,”. Ayas menjawab, “Rasanya asam tapi tidak sebanding dengan apa yang tuan sudah berikan selama  ini padaku.” Kita sering mengeluh padahal cobaan yang ada selama ini tidak sebanding dengan apa yang telah kita terima dari Alloh. 

Kali berikutnya para pelayan dikumpulkan  lagi. Diminta untuk pecahkan  mutiara  yang sangat mahal harganya. Semua Nggak ada yang mau kecuali Ayas. Ayas akhirnya memukul mutiara itu dan pecah  juga. Ditanyakan padanya, “Kenapa engkau  memukul nya?”. Dijawabnya ” Dihadapkan  pada ku dua pilihan. Mutiara ini atau perintah mu. Sesungguhnya perintah mu lebih mahal dari mutiara ini.”

Para pelayan berusaha mencari kelemahan. Ayas punya gudang. Setelah pagi, di kunci rapat-rapat  gudang tersebut. Pelayan menyampaikan kepada raja bahwa Ayas menyimpan harta kerajaan. Ayas dipanggil dan diminta untuk menyerahkan kunci gudang tersebut. Ketika dibuka maka didapati bahwa yang ada hanyalah pakaian dan sepatu yang lusuh. Ditanyakan padanya dan dijawabnya  “Ini baju saya dulu waktu di kampung. Supaya tidak lupa siapa aku dulu…”

Sering kita lupa siapa kita dulu. “Tidak pernah datang pada satu manusia. Kami ciptakan dari mani yang bercampur dan hina…”

Mencintai berarti juga menjalankan sunnah nya. Ada tandanya  yang kedua yaitu membantu agama Alloh. Bagaimana agama ini harus ditinggikan. Dia tidak keberatan dengan apa yang di perintah . “Kami dengar dan kami taat”. 

Ada sahabat yang bilang,”Aku mencintai mu.”. Nabi berkata  “Penggal kepala ayahmu…”. Orang itu segera berangkat. Namun nabi memanggil kembali  dan berkata bahwa ia tidak memutuskan ayah dan anaknya. 

Tanda lain. Selalu menyebut yang dicintai. Mencintai Al Qur’an. Abdullah bin Masud dipanggil Nabi dan Nabi minta dibacakan Al-Qur’an. Nabi menangis. Para sahabat selalu penuh dengan takzim jika mendengar Alloh dan Rasul-Nya disebutkan. Ketika diperdengarkan maka muka pucat pasi mereka, penuh dengan kehambaan. 

Cerita masyhur. 
Tentang Bilal yang dipanggil oleh Hasan dan  Hussein. Bilal tidak mau datang karena khawatir akan kesedihan. Maka satu malam Bilal bertemu dengan nabi dalam mimpi nya. Karena mimpi tersebut, akhirnya  Bilal pun pergi menemui dan menjalankan perintah dari cucu  nabi tersebut. Ketika diperdengarkan suara azan, maka menangis lah seluruh hadirin karena kerinduan  akan nabi yang telah meninggalkan mereka. 

Ingat lah bahwa “Seorang akan bersama dengan yang ia cintai?”, nanti di hari akhirat. 

http://www.hatibersih.combit.ly/hatibersih

*sebarkan kebaikan untuk kebaikan*

| Leave a comment

Akhirat 0083 – Bersyukur dan Taat

Syukur berarti taat. Kalau maksiat adalah kufur. 


Ada salah kaprah. Judulnya tasyakuran tapi yg dilakukan adalah maksiat itu sama dengan kufur. Tasyakuran memanggil  artist dangdut Ibu kota. 

Pacaran sudah lama nggak ketemuan. Pas ketemuan bilang Alhamdulillah. Ini maksiat juga. 

Kalau kita bersyukur maka tinggal taat saja. 
Syukur tidak bisa dicampur dengan maksiat. 
Sehat kalau dibuat taat, maka itu syukur. Rumah bagus dibuat taat. Itu namanya bersyukur.

Ada santri melihat orang  kaya tapi nggak salat. Kyai  bilang bahwa tidak sholat itu sebenarnya sebuah siksa an. Bahaya kalau orang tidak taat dan sedang mendapatkan siksa dan ia tidak mengetahui nya.

Bahaya kalau nggak ngerti, dan akan diberikan  siksa an yang besar.

Tidak sholat Jamaah itu biasanya karena dosa. Ngerasain sumpek, itu berarti ada dosa yang kita lakukan.

Kalau orang  tidak bisa jaga mata dari yang haram, maka sholat tidak akan khusuk. Sholat tahajud terasa berat. Ini harusnya membuat orang semakin selalu introspeksi diri.

KUNCI sholat itu adalah suci. Termasuk suci dari mata, telinga dan yang lainnya dalam artian yang tidak hanya masalah wudhu saja. 

MaJN  Subuh 30/7/16

| Leave a comment

Akhirat 0082 – Mengapa Kita Tertekan & Stress?. Menggapai pertolongan Alloh. 

“Mengapa Kita Tertekan & Stress… Bagaimana  Menggapai Pertolongan Alloh”

Ringan atau  berat hidup bukan karena hidup diluar negeri atau di dalam negeri. 

Siapa yang niatnya hanya untuk dunia di jaminan pasti berat. Kalau niatnya untuk akhirat atau jadi Ahli surga pasti beda jadinya. 

Rumah tanggal yang niatnya untuk dunia pasti tertekan. Kalau istri yang unya suami belum sesuai pasti jadi lahan pahala. 

Bagi yang suami punya istri menjengkelkan maka juga menjadi lahan pahala sehingga nantinya jadi baik dua-duanya dan Sama-sama ke surga. 

Semua masalah jadi lahan pahala. Kalau niatnya akhirat. Kalau  dunia, maka siap-siap jadi tertekan. 

Urus dunia seperti tukang parkir. Diambil nggak papa. Hanya di titipkan dan tugasnya   hanya menjaga. 

Kedua.  Kenapa hidup berat? Karena hidup sandarannya Selain Alloh. Kenapa Ibu berat? Karena sandarannya suaminya. 

Pernah merasakan cemburu? Di Australia juga pasti ada cemburu. Pikirkan jadi kacau, hati jadi kacau, susah makan, nggak enak tidur, padahal suami belum berubah. Segini tuh jadi gitu masalahnya dan menderitanya.

Barangsiapa yang bersandar pada selain Alloh, maka Alloh tidak mencukupkan. At Thalaq 3 Bagi siapa yang bersandar pada Alloh maka Alloh akan mencukupkan. Cukup itu tidak hanya materi saja.

Coba, kita lihat HP nya pada saat  galau, kita cenderungnya pada selain Alloh. Kalau Alloh mau pasti kejadian segala urusan.
Bagaimana caranya?

Luluskan niat, sempurnakan ikhtiar dan tawakalt. Banyak yang berjuang dan berhasil untuk yg satu dan dua. Tapi tidak tawakal. 

Ini yg salah di akhir. Nggak bisa mengatur Alloh harus sesuai dengan mau kita. Yg penting 3 hal tadi. Alloh tidak bisa diatur. Ini yang membuat jadi tertekan.

Kita maunya yg sesuai keinginan. Boleh jadi kita suka. Tapi tidak baik Menurut Alloh. Makanya jangan so toy:).

Jangan terlalu cinta pada suami karena suami juga bukan tidak ada masalahnya. Keluarga itu cita-citanya adalah jaga diri dan keluarga  dari neraka. Ingat semua selalu… jannah,… Jannah,…jannah.

Harap hanya pada Alloh. Semua musibah tidak akan terjadi kalau tidak ada ijin. 

Jaga hati kepada Alloh. Setiap saat. Hidup kita tertekan karena jauh dari Alloh. 

Makanya nabi selalu berdoa, ” ya Hayuuk ya qoyyu”.Yang hidup dan mengurus. “Astagits.” Help me. Perbaiki utusan kami. Jangan serahkan pada kami. 

Nabi tidak pernah  mencoba mengurus semua, selalu dikembalikan pada Alloh. 

Tertekan? Terlalu banyak  pikirkan,kembali ke Alloh. Cemburu normal tapi abis itu segera kembali ke  Alloh, wudhu dan sholat.

Jadi jangan khawatir pada masalah. Kembali ke Alloh, Alloh dekat, Maha Tahu. Alloh buat keputusan atas segala hal. 

Semua masalah kecil karena Alloh pegang semua masalah. Jangan takut pada masalah. Tapi yang paling takut kalau jauhdari Alloh. 

Kun Fayakun. 

Tidak usah memaksa orang untuk melakukan atau mencintai kita. Alloh dapat menjadikan siapapun mencintai mu. 

KH. Abdullah Gymnastiar 

Ceramah Subuh di Mesjid Daarut Tauhiid Bandung, Minggu 19 Syawal 1437, 24 July 2016

http://www.hatibersih.com
*sebarkan kebaikan untuk kebaikan*

| Leave a comment

Akhirat 0081 – Manual Book Hidup Kita adalah Al Qur’an 

“Manual Book Hidup Kita adalah Al Qur’an”

Ketika mobil  diproduksi,maka selalu ada manual book nya. Nggak mungkin manual book handphone dipakai untuk mobil. Aki mobil di charge pakai charge HP. 


Al Qur’an adalah manual book dalam hidup kita. 

Sebagian besar isi Al Qur’an adalah mengenai hubungan dengan sesama manusia. Dari bangun tidur sampai tidur lagi kita banyak berinteraksi  dengan manusia. 

Bagaimana Aa Gym menceritakan di Australia mencoba kembali kepada Al-Qur’an.

 Ada buku terkenal  yang menceritakan  bagaimana kita terbelakang karena kita meninggalkan Al Qur’an.
Bagaimana Al Qur’an mengajarkan disiplin namun ada orang Islam yang kuliahnya S3 tapi parkir mobile sembararangan. 

Kita mulai dari hal-hal yang kecil. Taro sendal yang rapi. Al Qur’an mengajarkan disiplin namun angkot parkir sembararangan. 

Salah satu yang diajarkan adalah nilai 5AS.  5AS : Kerja keras, kualitas, cerdas, tuntas & ikhlas. Ini juga diajarkan dalam Al Qur’an. 

Al Qur’an mengajarkan kita agar menjadi cerdas. Jangan ingin cerdas supaya jadi kaya. Namun niat an kalaupun ingin jadi kaya, itu untuk sedekah dan kegunaan untuk orang banyak.

Ada penelitian terhadap 208 negara. Ternyata yang mengamalkan kebanyakan orang-orang non muslim. Yang banyak mengamalkan nilai 5 AS tadi. Indonesia nomor 142. Penelitian dari El Rahman. 

Ini tantangan bagi kita, agar kembali ke Al Qur’an. Kita mulai dari yang kecil dan dari kita saja. Coba kita mulai dari taro sendal yang rapi di Mesjid. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Contohnya adalah di WC. Banyak WC Mesjid yang bau.

Ini tidak enak tapi menjadi bahan evaluasi bagi kita. 
Ceramah Subuh di Mesjid Daarut Tauhiid Bandung, Sabtu 18 Syawal 1437, 23 July 2016

http://www.hatibersih.com

| Leave a comment